Kebakaran di Jakarta Sepanjang 2017 Sebabkan Kerugian Rp475 Miliar

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta merilis rekapitulasi kejadian kebakaran sepanjang tahun 2017 di Jakarta. Rekapitulasi itu disampaikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Dinas Damkar ke-99 yang jatuh pada hari ini, Kamis (1/3/2018).Kebakaran di Jakarta Sepanjang 2017 Sebabkan Kerugian Rp475 Miliar

Berdasarkan catatan Dinas Damkar di lima kota wilayah dan Kabupaten Kepulauan Seribu, total luas area kebakaran mencapai 885.548 meter persegi dengan taksiran kerugian mencapai Rp 475.218.955.000. Kebakaran itu juga menyebabkan 46 nyawa melayang dan 118 orang mengalami luka-luka.

“Di luar itu, Petugas Damkar sendiri ada 21 orang yang tercatat mengalami luka-luka,” kata Kepala Dinas Damkar Subejo di usai perayaan HUT instansinya pagi tadi.

Frekuensi kebakaran di Jakarta tahun 2017 tercatat sebanyak 1.471 kejadian. Frekuensi tertinggi terjadi pada bulan September dengan total 179 kejadian, sementara frekuensi terendah berada pada bulan Februari dengan 99 kejadian.

Dari seluruh objek yang terbakar sepanjang tahun lalu, bangunan perumahan menempati posisi terbanyak dengan jumlah total 505 bangunan.

Di bawahnya, berturut-turut ada Instalasi Luar Gedung sebanyak 359, Bangunan Umum dan Perdagangan sebanyak 210, Kendaraan sebanyak 109, Sampah sebanyak 102, Tumbuhan sebanyak 66, Lapak sebanyak 24, dan Bangunan Industri sebanyak 22. Sementara objek lainnya di luar yang telah disebutkan mencapai 74.

Ada lima penyebab utama kebakaran di Jakarta di antaranya listrik, gas, lilin, rokok, dan pembakaran sampah. Kebakaran disebabkan listrik, kata Subejo, mencapai 927 kasus kebakaran.

Sisanya, 185 kasus disebabkan oleh gas, 124 disebabkan oleh pembakaran sampah, 34 disebabkan oleh rokok dan lima kebakaran disebabkan lilin.

“Di luar lima penyebab utama itu, ada 196 kasus yang disebabkan oleh lain-lain misalnya karena petir dan sebagainya,” ungkap Subejo.

Kebakaran di Jakarta Sepanjang 2017 Sebabkan Kerugian Rp475 Miliar

Leave a Comment