Kebakaran hanguskan 17 rumah di Samarinda

Kebakaran menghanguskan 17 rumah warga di Jalan RE Martadinata, di 2 RT di kelurahan Teluk Lerong Ilir dan kelurahan Jawa, Samarinda, Kalimantan Timur, subuh tadi.Kebakaran hanguskan 17 rumah di Samarinda  Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Dugaan sementara, kobaran api disebabkan korsleting listrik.

Keterangan diperoleh, api mulai berkobar sekira pukul 04.30 WITA. Warga yang sedang bersiap melaksanakan salat Subuh, dibikin panik melihat kobaran api, dan bergegas menyelamatkan sebagian barang-barang mereka.

“Jelang adzan subuh tadi Pak. Begitu saya mau jalan ke masjid, lihat api sudah besar, warga sudah pada panik,” kata Sahabudin (43), warga sekitar lokasi kejadian, kepada merdeka.com, Minggu (29/7) pagi.Kebakaran hanguskan 17 rumah di Samarinda

Belum diketahui jelas sebab kobaran api. Sebagian warga menyebut akibat korsleting listrik, sebagian lagi disebabkan lilin. “Yang jelas tadi teriak-teriak kebakaran, warga ramai (selamatkan diri sambil membawa barang),” ujar Sahabudin.

Bangunan rumah yang cukup rapat dan akses jalan masuk ke dalam gang cukup sempit dan rumah warga di jalan berbukit, sempat menyulitkan petugas pemadam dan juga relawan kebencanaan.

“Umumnya rumah warga ini terbuat dari kayu, dan mudah terbakar,” kata salah seorang koordinator relawan kebencanaan, Joko Iswanto.Kebakaran hanguskan 17 rumah di Samarinda

Dikonfirmasi, petugas tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda Nanang Arifin menerangkan, kebakaran menghanguskan rumah warga di RT 01 dan RT 40 kelurahan Teluk Lerong Ilir, dan kelurahan Jawa.

“Lokasinya di gang Villa Taruna, masuk wilayah 2 kelurahan. Pendataan sementara, ada 17 bangunan (terbakar) dengan jumlah 26 kepala keluarga atau sekitar 89 jiwa,” kata Nanang.

Tidak kurang 14 unsur pemadam, diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa itu. “Jadi tadi berhasil dipadamkan sekira jam 6.20 pagi tadi. Kalau penyebabnya, masih penyelidikan yang berwenang ya,” demikian Nanang.Kebakaran hanguskan 17 rumah di Samarinda

About the author: Ato
Menyukai Tantangan, Ecommerce Consultant. Business Development and Corporate Market

Leave a Comment