Kebakaran Kantor BPPT Bekasi Diduga Akibat Korsleting Listrik

BEKASI – Puluhan personel pemadam kebakaran kewalahan saat berusaha memadamkan api di Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bekasi yang berada di lingkungan Kantor Pemkot Bekasi lama, Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Beruntung dengan mengerahkan sebanyak 13 armada mobil pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan sekira dua jam petugas berjibaku menjinakkan api yang menghanguskan bangunan berlantai tiga itu.Kebakaran Kantor BPPT Bekasi Diduga Akibat Korsleting Listrik

“Total armada yang kami terjunkan sembilan unit, ditambah dua unit dari Jakarta Timur dan satu unit dari perumahan Sumarecon Kota Bekasi. Api berhasil dipadamkan anggota sekitar dua jam, tepat pukul 10.00 WIB,” kata Kepala Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Tedi Hafni Tresnadi, Selasa (27/9/2016).

Menurut Tedi, dalam proses pemadaman api di Kantor BPPT, pihaknya sempat mengalami kesulitan karena banyaknya kertas yang ada di dalam gedung yang mengakibatkan api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian gedung lainnya hingga ke lantai tiga.

“Lamanya upaya petugas hingga selama dua jam, karena api sangat cepat membesar dan merambat ke ruang lain lantaran banyaknya kertas di gedung tersebut. Api yang merambat ke lantai tiga pun disebabkan tumpukan kertas yang ada di setiap lantainya,” kata Tedi.

Tedi menambahkan, penyebab sementara kebakaran diduga akibat arus pendek listrik yang berasal dari ruang arsip yang ada di lantai tiga. Dari situ, api merambat ke ruangan lain, khusus ruangan yang dipenuhi tumpukan kertas.

“Kami menduga penyebab kebakaran diduga karena arus pendek listrik yang bersumber dari ruang arsip,” ungkapnya.

Namun demikian, untuk memastikan penyebab kebakaran yang terjadi hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polres Metro Bekasi Kota yang sudah berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Metro Jaya.

“Untuk penyebab pastinya kami menunggu Tim Labfor untuk menyelidiki,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Rajiman.

About the author: Ato
Menyukai Tantangan, Ecommerce Consultant. Business Development and Corporate Market