Petugas Damkar Keluhkan Kesulitan ke Lokasi Kebakaran Akibat Padatnya Kendaraan di Jalan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, meminta kepada masyarakat bila terjadi kebakaran agar lebih kooperatif kepada petugas damkar.Petugas Damkar Keluhkan Kesulitan ke Lokasi Kebakaran Akibat Padatnya Kendaraan di Jalan

Hal tersebut disampaikan Kabid Kedaruratan BPBD Bener Meriah, Agus Amvera,Selasa (3/7/2018).

Menurutnya, bila terjadi musibah kebakaran seperti yang terjadi di Kampung Serule Kayu, dimana telah menghanguskan delapan kios, pihaknya mengaku kesulitan menuju akses lokasi.

Karena padatnya kendaraan warga yang memadati lokasi kebakaran.

“Kadangkala kita terhambat untuk menuju lokasi, sehingga ketika kita sampai di lokasi, petugas damkar dikatakan telat hadir, ini yang sangat kita sayangkan,” pungkasnya.Petugas Damkar Keluhkan Kesulitan ke Lokasi Kebakaran Akibat Padatnya Kendaraan di Jalan

Padahal, kata Agus, seperti kebakaran yang terjadi di Kampung Serule Kayu, tepat berada di dekat RSUD Muyang Kute.

Petugas damkar datang setelah 10 menit terjadinya kebakaran.

Namun, dalam musibah itu, dia menerangkan petugas damkar mendapatkan perlakukan tidak baik dari masyarakat termasuk dipukul dan dilempari mengunakan batu.

“Ini yang sangat kita sayangkan, kita harap masyarakat kooperatif dan mempercayakan pemadaman kepada petugas. Selain itu, rata – rata bila terjadi kejadian kebakaran, mayoritas masyarakat kita telat menghubungi, ketika api sudah membesar dulu barulah dihubungi, ini juga sangat kita sayangkan,” jelasnya.Petugas Damkar Keluhkan Kesulitan ke Lokasi Kebakaran Akibat Padatnya Kendaraan di Jalan

Dikatakannya, pada kasus pemadaman di Serule Kayu, yang dikatakan petugas damkar tidak profesional dalam menjalankan tugas, sehingga terjadi pelemparan batu dan pemukulan.

Pihak BPBD mengaku pemadaman di sisi lain dari rumah terbakar merupakan langkah preventif agar kebakaran tidak meluas, yang mengakibatkan kerugian material lebih besar.

“Ketika terjadi kericuhan petugas kita memang menyiram bangunan yang arahnya berlawanan, kenapa kita lakukan itu, karena kios itu merupakan pengecer BBM, dan api sudah menjilati rumah pemilik pengecer BBM,” ungkap ia bahwa asap sudah mulai keluar dari kios BBM, sehingga perlu dilakukan langkah pencegahan.

About the author: Ato
Menyukai Tantangan, Ecommerce Consultant. Business Development and Corporate Market

Leave a Comment